Dude, where’s my EPL?

Musim ini nampaknya merupakan musim yang menyedihkan atau justru musim awal dari musim-musim tanpa kehadiran EPL di layar kaca Indonesia. Gak ngeh? Come on, masak EPL gak tau? Itu lho English Premiere League, liga elit dunia yang berlangsung di Inggris yang (biasanya) ditayangkan juga di Indonesia.

Pendapat gw agak campur.. ada rasa kehilangan juga sedikit, dan ada perasaan bangga bahwa apa yang pernah gw prediksikan sebelumnya ternyata benar. Oh ya sebelumnya gw mo bilang, dulu waktu lagi nonton salah satu pertandingan EPL gw pernah mikir kenapa kok EPL ditayangin di Indonesia. Maklum, walaupun sudah semenjak dulu gw lebih prefer liga inggris daripada liga italia (yang ‘katanya’ liga paling bagus. pffft… makan tuh calciopoli! kakakakaa…) tapi gw gak habis pikir kenapa kok bisa gratis sedangkan di luar negeri EPL ini masuk paket untuk tv berlangganan.

Kita tahu kalo untuk liga yang sudah dikelola profesional, maka pasti ada hak siar. Hak siar ini mahalnya minta ampun (tergantung kompetisi yang dijual), dan biasanya diberikan ekslusif untuk pihak yang mau bayar. Pilihannya kalau mo nonton ya… itu, atau dateng langsung ke stadion. Pihak yang mo bayar ini setahu gw nanti hak siarnya dijual lagi, tapi per paket berdasarkan match. EPL (untungnya) menggunakan sistem hak siar kolektif (tidak seperti liga italia, bwahahahaahahaha!…) sehingga jualan buat semuanya, lalu duitnya juga dibagi sama-sama.

Nah Indonesia (dan negara-negara lainnya) sebagai konsumen ‘produk’ EPL ini seharusnya bayar supaya bisa menikmatinya, tapi nampaknya salah satu produsen racun yang paling banyak dikonsumsi secara sadar oleh orang Indonesia dan salah satu stasion tipi Indonesia membeli (yang tentu saja keduanya sudah negoisasi pembagian persentase biaya) hak tersebut untuk ditayangkan secara gratis untuk para penggila bola di Indonesia dengan kompensasi serentetan iklan.

Oke, iklannya emang gak banyak.. setidaknya sampai sekarang masih belom ada gw nonton match di EPL yang ditengah-tengah pertandingan dipotong untuk iklan, yaa paling hanya sebelum mulai pertandingan, diantara babak 1 dan 2, dan sesudah pertandingan + kuis dari sponsor (baca: slot iklan, that stupid jingle-ish password). Yeah, emang kadang layar pertandingan jadi kecil lalu ada iklan juga dalam bentuk teks. Tapi selain dari itu, sebenarnya orang Indonesia sudah untung besar.

Singkatnya produsen dan penonton sama-sama untung, semuanya win.. produsen racun dapet slot iklan di waktu banya orang lagi nonton (sukses besar, sekian juta orang sekaligus bisa langsung aware sama product racun tersebut — ironis, ‘aware‘ terhadap racun tapi tetep dipake juga), penonton dapet ermm… ya.. nonton, sedangkan pihak stasiun tipi dapet duit dari jualan slot iklan.

EPL ku sayang, aku padamu lho…

EPL gak bego dong, prinsipnya udah seperti narkoba: setelah orang ‘kecantol’, yang jualan naekin harga. Gak salah dong… legal, and fine-fine aja kan demand untuk hak-siar EPL masih ada (dan sangat tinggi). Tentu aja.. karena dia orang pinter, EPL pasti gak mau ngomong model jualan narkoba tadi, cukup pake alasan untuk meningkatkan kualitas, permintaan dari klub (buat nambah duit beli pemain), atau permintaan sponsor utama liga, etc. bla..bla..bla..yada..yada…

Sekarang, kita punya Astro.. err.. maksud gw, Malaysia punya Astro. Tentu saja Astro yang mulai jualan di Indonesia (brand yang masih asing di telinga orang Indonesia) tau kalo orang Indonesia selama ini nonton EPL gratisan. Emang dasar otak bisnis, ya bener juga.. kalo yang kayak gini ini orang-orang nyebutnya “peluang”.

Anyway gak salah dong Astro.. coba pikirin, jangan benci dulu mentang-mentang perusahaan dari Malaysia.. apa iya karyawannya orang malaysie semue? Dia masuk lewat proses yang benar/legal, dia membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan perputaran uang (tiap bulan bayar tagihan, duit iuran bisa dipake buat investasi lainnya, gak mandek di bank, etc.), menambah akternatif (di pasar yang masih sedikit alternatif, walopun barang jualannya itu-itu juga) untuk meningkatkan kompetisi, menambah panjang portofolio investasi Indonesia lewat tambah banyaknya investasi dari luar negeri (yang menunjukkan positifnya suasana investasi disini), dst.

Singkat cerita, Astro beli hak siar dari EPL untuk ditayangin Indonesia. Seketika itu juga orang Indonesia mulai ambil posisi crybaby, wa..waa…, EPL matre, penggemar bola mulai mengeluh “EPL cuma buat orang berduit”, Indonesia kehilangan panutan bermain sepakbola, dst.

Pertama-tama, EPL matre…? Sorry EPL emang harus matre, karena tidak seperti di Indonesia di Inggris sepakbola udah jadi industri. Kalau EPL tidak matre lo pikir emangnya yang bayar gaji referee, match stewards, ampe ball-boy itu sapa? Perusahaan racun & tipi? Inget, EPL dah diatur secara profesionnal dari situ aja udah ketahuan, “prefessional”.. artinya ada orang-orang yang bekerja dan dibayar untuk EPL, orang-orang yang menjadikan urusan menyajikan/menjalankan kompetisi ini sebagai pekerjaan… and setahu gw, jaman sekarang bayar gajian gak pake daon.

Lagian EPL dengan segala sifat matre-nya justru memiliki model bisnis yang lebih baik daripada liga yang bisa kita banggakan, liga indonesia. Kalau EPL harus ‘matre’ dengan menjual hak siar dan menggandeng sponsor, sedangkan liga indonesia tidak ‘matre’ tapi banyak klub yang tidak bisa hidup tanpa uang APBD tempat klub tersebut bernaung. Oh.. the irony…

EPL cuma buat orang berduit? Please.. ayolah, lo ngomong apa seh? Kalo mo menikmati sesuatu ya harus bayar, gitu aja kok repot. Kalau mental biasa nonton bola manjat pohon mangga sih emang bisa kaget, soalnya biasa gratis. Supaya tau aja, EPL membagi keuntungannya kepada klub-klub peserta EPL. Kalau lo cinta klub lo, ya harus rela dong bayar sejumlah uang buat nonton EPL, ntar ujung-ujungnya duitnya ke tangan klub tercinta juga kok. Mungkin aja pada belum tau, klub-klub di EPL itu semuanya adalah klub sepakbola professional, yang artinya..?

Indonesia kehilangan panutan bermain sepakbola? Ini lebih ngaco lagi, gw bingung kok yang ngomong gini bisa jadi pengurus di PSSI? Aduuh gak ada liga inggris kan masih ada liga yang laen mas, tuh masih ada liga italia dan liga spanyol. Kecuali gw bener-bener salah (and pengetahuan bola gw udah perlu di upgrade), sepengetahuan gw antara Indonesia, Italia, dan Spanyol Indonesia paling bego di bidang sepakbola, jadi dari ketiga negara tersebut Indonesia masih bisa ‘berguru’ kepada Italia dan Spanyol, kan gak harus Inggris.

And don’t give me that bulls**t argument macem “bagi kebanyakan orang EPL itu penting”, “wong cilik gak bisa nonton EPL tahun ini gara-gara Astro”, semuanya politik aja sok-down-to-earthat least bagi pengurus PSSI itu dia masih bisa langganan Astro. Masalahnya dia mau/rela kagak nyediain layar tancep buat ditonton orang se-RT? Atau di-relay lagi biar lebih banyak orang bisa nonton dengan konsekuensi bisa dituntut sama Astro, besides… kan EPL penting, right? Apa emang segitu penting sampe rela siap diseret ke meja hijau?

Pelajaran yang bisa diambil dari masalah ini adalah kita selalu meremehkan apa yang kita nikmati sekarang, aka. “taken for granted“. Ternyata ungkapan super-klise “lo gak tau pentingnya sesuatu sebelum lo kehilangan” itu bener, yang justru kadang kita sendiri lupa. Mungkin sebelum FIFA tidak mau mengakui semua kompetisi sepakbola di Indonesia dan/atau belom ada banyak orang yang mati, rusuh and lempar batu ke lapangan itu dianggap biasa, nanti begitu sudah kejadian langsung protes “GANYANG FIFA”. Jangan lupa, ada ungkapan lain lagi (yang sayangnya sangat berhubungan) yaitu “beggers can’t choose” yang kalau di-translate langsung kata per kata maka artinya “mumpung bisa nonton gratis bersyukurlah”.

Gw mo tau, kalo liga Indonesia tiba-tiba bisa dikelola dengan baik seperti EPL, banyak pemain bintang, diisi oleh klub-klub yang professional.. apa kita gak bisa jual hak siar? Yang untung nanti siapa hayo? Lagian kalo Inggris bisa, kenapa Indonesia gak bisa? Maap, lupa.. ini kan Indonesia ya?

<sarcasm>

Eropa, Amerika –> superior
Indonesia — pernah dijajah –> Belanda
Belanda, Inggris — bagian dari –> Eropa

Kesimpulan :
Inggris lebih superior daripada Indonesia

Kalo gitu kita pasti gak bisa bersaing ama Inggris, wahahahaha…
</sarcasm>

~ By gw
(Seorang penikmat EPL, pendukung klub-klub underdog EPL seperti Reading, Aston Villa, dan Blackburn Rovers. Gw tidak terkait/digaji oleh EPL, Astro, PSSI, pemerintah Inggris, pemerintah Belanda, atau stasiun TV)

Advertisements

Leave a comment

Filed under Pendapat gak penting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s