Meet Joe Black

Beberapa hari yang lalu gw nonton film yang bagus, judulnya Meet Joe Black. Meet Joe Black adalah film dengan dialog-dialog yang bagus, menyajikan pemikiran tentang kehidupan dan cinta (*gasp*).

Sayangnya filmnya membosankan pada bagian awal, dan kalau tidak sabar justru akan melewatkan bagian akhir yang merupakan inti dari cerita. Sayangnya akhir cerita dibangun dari bagian awal, dan gw rasa pokok cerita yang diberikan pada bagian akhir sama sekali berbeda dengan ‘flavor’ di bagian awal cerita.

Joe Black (diperankan oleh Brad Pitt) adalah nama yang diberikan oleh Bill Parrish (diperankan oleh Anthony Hopkins), karena sebenarnya Joe Black adalah ‘kematian’ (malaikat kematian?) yang memutuskan untuk ‘liburan’ ke dalam kehidupan Bill Parrish. Joe Black sebenarnya pria yang sudah mati tapi tubuhnya digunakan oleh ‘kematian’ agar bisa tinggal bersama Bill Parrish.

Bagian awal cerita lebih banyak menyajikan keseharian, dan konflik-konflik yang terjadi (dan disebabkan oleh) karena Joe Black. Sebelum pokok cerita (yaitu pada bagian akhir) film ini berusaha menampilkan bagaimana kalau ‘malaikat kematian’ (death) tinggal bersama-sama manusia.

Menurut gw cerita sesungguhnya dimulai pada saat Joe Black mulai sadar bahwa dia mencintai Susan. Mulai dari sini dialog-dialog bagus mulai bermunculan, salah satu dialog yang bagus ada pada saat Joe Black mengunjungi pasien (seorang wanita tua dengan aksen Jamaika) dr. Susan. Pada bagian akhir cerita juga dipenuhi banyak dialog bagus, seperti pada saat Joe Black bertengkar dengan Bill Parrish pada saat Joe Black ingin ‘membawa’ Susan (bersama-sama Bill) agar bisa selamanya dengan Joe. Sayangnya ada beberapa dialog yang (IMHO) kehilangan makna aslinya karena keterbatasan translasi dari Inggris ke Indonesia.

Bagian ending cerita menyentuh hati juga, bagaimana Joe dan Bill sedikit berbincang-bincang tentang hidup dan sampai akhirnya menyebrang jembatan (sebagai simbol Bill masuk ke kehidupan berikutnya).

Secara garis besar film ini dapat dikategorikan sebagai film cengeng (aka tearjerker). Walaupun inti cerita dari film ini adalah kematian, namun Meet Joe Black tidak mengumbar ke-‘cengeng’-an. Mungkin ini yang menyebabkan kenapa film cengeng yang satu ini memiliki kesan bagi gw.

Meet Joe Black memiliki cerita yang bagus dengan dialog yang menawan, IMO lebih bagus dan menyentuh daripada Titanic. Oh well, tiap orang punya preferensi. Tentu saja Meet Joe Black tidak punya latar belakang kejadian nyata seperti Titanic, mungkin itu yang menyebabkan kenapa Meet Joe Black tidak sukses meraih Oscar.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Pendapat gak penting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s