Komputer lama jadi server

WinXP Pro SP2 server desktop from VNCOke jadi gw punya komputer tua dengan spesifikasi: Pentium 4 1,7GHz, 256 SDRAM, NVidia GForce4MX, 80 GB HDD, 1 CD-RW, on-board soundcard, dan 4 port USB v1.0. Komputer ini gw setup sebagai komputer server pribadi, untuk melayani beberapa komputer dan sebuah notebook yang sama-sama lebih baru daripada komputer ini.

Di komputer lama ini gw install dua OS (system), yaitu Mandriva Linux 2006 Free Edition (Mandriva) dan Microsoft Windows XP Pro SP2 (WinXP Pro SP2). Sebenarnya pada awalnya hanya ada WinXP Pro SP2, karena gw pernah bekerja menggunakan komputer ini dan pekerjaan gw semua serba Windows. Mandriva baru di-install kira-kira satu tahun sebelum gw memutuskan untuk membeli komputer baru.

Sekedar informasi, sebenarnya WinXP Pro SP2 agak jarang dijalankan karena hampir semuanya sudah bisa dilakukan di Mandriva. WinXP Pro SP2 (masih) ada karena ada beberapa program yang hanya jalan di system Windows (oke, sebenarnya karena gw malas coba-coba dengan Wine :D), seperti FMA untuk ponsel, untuk membaca kamera digital, dsb.

Mandriva

Mandriva server desktop through VNCSecara singkat, pada system Mandriva gw setup untuk:

  1. Internet sharing dalam jaringan
  2. Firewall (Shorewall)
  3. Network bridge antar WiFi & wired-lan
    Gw pakai bridge-utils, ini perlu untuk notebook gw yang kadang-kadang dibawa keluar ruangan.
  4. Personal repository server (SVN)
    Karena gw programmer, jadi perlu juga repository pribadi untuk semua program gw. Repository diletakkan dalam volume virtual TrueCrypt yang disimpan pada partisi data NTFS.Penggunaan TrueCrypt bertujuan untuk enkripsi data dan kemudahan backup karena ukuran (file-based) volume bisa dibuat ‘fixed’.
  5. Personal web server httpd/apache2
    Ada dua kegunaan:

    1. Untuk eksperimen dan melanjutkan hobi membuat website.
    2. Kedua, untuk file sharing lewat interface browser. Caranya, buat link ke sebuah direktori yang isinya ingin di-share dan berikan ijin untuk directory-listing.
  6. Personal MySQL database server
    Ini juga ada dua kegunaan:

    1. Untuk kebutuhan no. 5.
    2. Untuk beberapa program-program gw (buatan sendiri) yang membutuhkan mysql server.
  7. Printer server & PDF generator
    Menggunakan Samba sebagai printer server supaya bisa digunakan oleh komputer lain. Samba juga menyediakan script untuk membuat virtual-printer untuk membuat file PDF.
  8. Personal storage room
    Data gw (ie. file-file musik, foto, Word, Excel, repository SVN, direktori htdocs apache, file-file database, dsb.) di komputer ini disimpan dalam partisi data dengan tipe NTFS, ini karena pada awalnya hanya ada WinXP Pro SP2.
    Untuk membaca dan menulis partisi NTFS, gw menggunakan NTFS-3G. Untuk sharing, gw menggunakan Samba karena komputer lainnya masih menggunakan Windows.
    Untuk menciptakan ‘ilusi’ komputer Windows (karena gw sering akses share yang hanya untuk admin, seperti “C$” dan “D$”) gw buat link ke partisi data (misalnya, mnt/win_d) dan set nama share di samba sebagai “D$” dengan permission yang sesuai kebutuhan (ie. read & write, non-public, valid users).
  9. Sebagai TV
    Pakai KDETV/XawTV, tapi jarang dipakai karena monitor komputer server ini biasanya gw matikan untuk menghemat listrik.
  10. VNC server
    Untuk mengoperasikan server Mandriva lewat jaringan secara visual.
  11. Sebagai X-server
    Untuk lebih jelas, baca pada bagian untuk komputer client (Xming).

Di masa mendatang, kalau ada waktu luang gw berencana untuk menginstall squid (sebagai cache-proxy) supaya akses internet (terasa) lebih cepat. Gw juga berencana untuk menginstall Firebird database server (versi 2.0.0.12748), karena di sistem WinXP Pro SP2 gw juga ada Firebird.

WinXP Pro SP2

Sedangkan pada system WinXP Pro SP2 gw setup untuk:

  1. Internet sharing dalam jaringan rumah
  2. Firewall (Comodo Personal Firewall)
  3. Network bridge antar WiFi & wired-lan
    Sama seperti di Mandriva, cuma bedanya disini menggunakan fasilitas yang ada langsung di Windows.
  4. Personal repository server (SVN)
    Sama seperti di Mandriva. Karena TrueCrypt dan SVN ada dalam versi Windows, sehingga tidak banyak perbedaan digunakan walaupun server boot ke WinXP Pro SP2.
  5. Personal web server httpd/apache2
    Sama seperti di Mandriva. Tidak banyak perbedaan, ini karena htdocs disimpan di partisi data.
  6. Personal MySQL database server
    Sama seperti di Mandriva. Tidak banyak perbedaan, ini karena file database disimpan di partisi data.
  7. Personal Firebird database server
    Gw butuh Firebird karena program-program gw (buatan sendiri) yang membutuhkan Firbird server. Seperti no. 05 dan 06, file-file database Firebird disimpan di partisi data.
    Karena semakin banyak project-project gw yang menggunakan Firebird, gw berencana untuk menginstall hal yang sama di system Mandriva.
  8. Printer server & PDF generator
    Untuk PDF generator yang digunakan adalah pdfFactory. Karena yang gw pakai masih trial, maka gw lebih suka untuk menggunakan PDF generator yang ada di Mandriva.
  9. Personal storage room
    Partisi yang digunakan adalah partisi yang sama yang juga digunakan oleh system Mandriva, jadi tidak ada perbedaan sama sekali.
  10. Sebagai TV
    Gw menggunakan ATV2000. Sama seperti di Mandriva, gw jarang nonton di komputer ini.
  11. Remote Desktop Connection (RDC) & VNC server
    Untuk mengoperasikan server WinXP Pro SP2 lewat jaringan secara visual.
  12. Reader untuk gadgets
    Ini salah satu alasan kenapa gw masih mempertahankan WinXP Pro SP2, karena gw butuh untuk bisa membaca data dari kamera digital, kamera handphone, dst. Karena faktanya banyak vendor yang lebih menyediakan driver untuk system Windows.
  13. Video dan music broadcaster
    Gw (kadang) menggunakan VLC untuk memainkan film/lagu untuk dinikmati oleh orang-orang dalam jaringan. VLC juga ada dalam versi Linux tapi gw malas download, lagipula gw sendiri jarang nonton film, dan tiap orang juga punya koleksi lagunya sendiri.
  14. Deployment testing
    Gw pakai Microsft Virtual PC (karena gratis) untuk testing deployment program-program gw di berbagai OS Windows (Win98, WinME, Win2K). Karena Virtual PC hanya ada di Windows maka ini termasuk dalam alasan kenapa gw masih menggunakan WinXP Pro SP2.
  15. Open Office v2.3
    Agak aneh/ironis memang, tapi gw tidak install Open Office di Mandriva. Open Office gw install di WinXP Pro SP2 untuk membuka file-file Word, Excel, Powerpoint yang biasanya datang sebagai e-mail attachment.
    Karena gw jarang buka file-file Office, jadi gw juga jarang pakai Open Office.

Clients

Untuk komputer client (umumnya Windows) gw menggunakan beberapa tool untuk mengakses server, yaitu:

  1. PuTTY
    Ini untuk mengoperasikan server yang sedang sedang di-boot ke Mandriva.
  2. Mandriva server X forwarded using XmingXming (untuk X-forwarding)
    Sebagai tambahan dari PuTTY, kadang gw perlu menggunakan program GUI yang ada di Mandriva untuk ‘dijalankan’ di komputer client. Untuk itu gw menggunakan XMing (+ PuTTY tentu saja) sebagai X-server client di komputer ini.
  3. Remote Desktop Connection (RDC) & VNC Client
    Untuk mengoperasikan komputer server, gw menggunakan RDC pada saat server boot sebagai WinXP Pro SP2, dan VNC (yaitu Ultra VNC) untuk Mandriva maupun WinXP Pro SP2.
    Sebenarnya di WinXP Pro SP2 juga gw install VNC, tapi RDC untuk beberapa hal harus gw akui lebih baik daripada VNC.
  4. SQLYog
    Sebagai front-end database-database MySQL di server.
  5. FlameRobin
    Sebagai front-end database-database Firebird di server.
  6. Tortoise-SVN
    Untuk mengakses repository yang ada di server (baik Mandriva atau WinXP Pro SP2).
  7. Mozilla Firefox (Firefox)
    Karena partisi data di komputer server juga menyimpan profile Firefox gw (history, bookmarks, konfigurasi GUI, add-ons, etc.), maka gw bisa menggunakan satu profile untuk semua komputer. Hal ini juga salah satu alasan kenapa gw lebih memilih Firefox dari browser lain.Caranya, pada file profile.ini (umumnya ada di “C:\Documents and Settings\{Nama user}\Application Data\Mozilla\Firefox”) gw buat beberapa profile seperti profile untuk komputer lokal, dan profile yang ada disimpan di server. Entry “StartWithLastProfile” diganti menjadi “0” (tanpa quote) untuk memilih profile yang ingin digunakan setiap kali Firefox dijalankan.
    Gw akui memang waktu startup Firefox menjadi lebih lambat (terutama pada saat menggunakan add-ons), gw harap pada versi 3 akan ada kemajuan signifikan pada bagian ini.
  8. VLC
    Untuk mendengarkan dan/atau menonton video dan/atau musik yang di-stream dari server.

Kesimpulan

Komputer lama bisa ‘diberdayakan’ untuk beberapa keperluan, kuncinya adalah dengan menghubungkannya dengan komputer lainnya. Apabila ada waktu (dan sedikit dana), tidak ada salahnya untuk memberdayakan kembali komputer tua anda.

Advertisements

6 Comments

Filed under Orang bego punya kegiatan, Pendapat gak penting

6 responses to “Komputer lama jadi server

  1. Keren !
    Salam KENAL
    Ditunggu balasan kunjungannya

  2. Pingback: Geek Lectures - Things geeks should know about » Blog Archive » Komputer lama jadi server

  3. Somehow i missed the point. Probably lost in translation 🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Cavort
    .

  4. wow,hebat komputer lama bisa jadi server…

    Salam..

  5. djyref

    apa alasan nya anda bilang computer lama bisa diisi windows

  6. Xaie

    djyref,

    Alasannya karena saya sendiri sudah coba install Windows di komputer lama.

    Menurut saya selama bukan Vista, saya pikir komputer produksi antara tahun 1998 sampai sekarang masih (dan sangat) bisa digunakan sebagai server pribadi, baik menggunakan OS Windows (terutama yang anggota keluarga besar NT) ataupun Linux –tergantung distro Linux yang digunakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s