Tag Archives: favorit

Counter-Strike: Mencari Skill Yang Hilang

Setelah cukup lama tidak menulis disini saya ingin mulai (rajin lagi) dengan topik yang ringan.

Saya sebenarnya tidak sering bermain game, tapi kalau ada satu game yang pernah saya benar-benar dalami maka game itu adalah Counter-Strike. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak uang yang pernah saya keluarkan untuk main game ini di beberapa warnet/game-center yang pernah saya kunjungi, baik pada dua tahun terakhir di SMA walaupun selama kuliah.

Saya sudah bermain Counter-Strike (CS) sejak versi 1.3 hingga 1.6 dan Source. Senjata favorit saya, yang sedikit-banyak pengaruh ajaran orang-orang yang pernah ajak saya main, adalah MP5Navy. Bagi yang tidak tahu, waktu dulu kombinasi untuk membeli senjata ini adalah ‘b 3 1’ namun sejak 1.6 sudah menjadi ‘b 3 2’. Saya juga sudah pernah cukup ahli dalam menggunakan Desert Eagle, M4A1, dan Schmidt Scout. Sekarang? Dalam istilah para pemain CS: cacat.

Akhir-akhir ini saya berhasil menginstall CS dan mendapatkan listing server lokal Indonesia (IIX). Singkat kata, saya jadi sering bermain di waktu senggang sekedar untuk nostalgia sekaligus mencoba mengembalikan skill yang hilang. Walaupun komputer dan perlengkapan bermain saya sebenarnya bukan termasuk standard game-center CS jaman sekarang –tanpa headset, menggunakan mouse optik biasa dengan mouse pad dari koran (benar, koran!)– tapi nampaknya saya masih sedikit kompetitif.

Kalau melihat permainan sekarang, nampaknya memiliki headset akan sangat membantu seorang pemain. Saya jadi harus sering-sering walk di tempat-tempat tertentu untuk tidak menimbulkan suara pada saat jalan, sesuatu yang dulu jarang/tidak pernah saya lakukan.

Selain headset, satu hal yang saya perhatikan lagi adalah dalam setiap pertemuan dengan musuh jangan menghabiskan satu magazin hanya untuk satu orang. Ini artinya selalu arahkan senjata ke bagian atas tubuh lawan untuk mengincar headshot, atau kalau memang terpaksa sisakan 7 – 11 peluru lalu ganti ke secondary weapon.

Hal-hal yang sudah ada dari dulu tetap saja sama, seperti memperhatikan radar, menggunakan radio untuk komunikasi, hindari AWP, selalu taktis dan selalu membantu teman satu team. Mungkin untuk hal yang seperti ini saya sudah “kenyang” sehingga pengalaman sangat membantu dalam permainan saya.

Kalau situ suka main Counter-Strike, mungkin kita bisa/pernah bertemu di dunia maya. Walaupun setiap kali bermain name yang saya gunakan selalu berbeda namun siapa tahu mungkin saya pernah anda frag, atau sebaliknya saya yang mem-frag anda :D.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Orang bego punya kegiatan

Joan of Arc, another movie

Joan of ArcGw barusan selesai nonton (lagi) film Joan of Arc: The Messenger, sebuah film yang masuk dalam daftar kecil film-film favorit gw. Film yang bagus dan panjang, cukup panjang sehingga di TV harus dipotong jadi dua bagian.

Film ini dibintangi oleh Milla Jovovich, yang juga salah satu artis yang mungkin masuk dalam daftar ‘preferensi’ gw. Maksudnya bukan gw ngefans sama Milla Jovovich, tapi sebagai artis yang memiliki background model ternyata Milla tidak takut untuk tampil jelek. Sudah beberapa film dia yang pernah gw tonton, dan walaupun gw gak bisa bilang bahwa semua karakternya bagus tapi enak juga lihat penampilan Milla yang berbeda-beda pada tiap film. Oke… mungkin ngefans, tapi dikit. 😀

Joan Of Arc berkisah tentang Joan, seorang gadis yang melegenda pada saat perang antara Inggris dengan Prancis. Karena gw bukan sejarahwan, gw gak tahu jelas tentang latar setting perang yang diambil di film itu. Joan of Arc, yang juga dikenal sebagai Maid of Orleans pertama kali gw ketahui melalui game Age Of Empires. Oke, jadi pengetahuan gw tentang Joan ini tidak relevan dan gw justru akan lebih ngaco kalau gw pura-pura kasih tahu lebih banyak tentang Joan.

Continue reading

3 Comments

Filed under Orang bego punya kegiatan, Pendapat gak penting

Meet Joe Black

Beberapa hari yang lalu gw nonton film yang bagus, judulnya Meet Joe Black. Meet Joe Black adalah film dengan dialog-dialog yang bagus, menyajikan pemikiran tentang kehidupan dan cinta (*gasp*).

Sayangnya filmnya membosankan pada bagian awal, dan kalau tidak sabar justru akan melewatkan bagian akhir yang merupakan inti dari cerita. Sayangnya akhir cerita dibangun dari bagian awal, dan gw rasa pokok cerita yang diberikan pada bagian akhir sama sekali berbeda dengan ‘flavor’ di bagian awal cerita.

Joe Black (diperankan oleh Brad Pitt) adalah nama yang diberikan oleh Bill Parrish (diperankan oleh Anthony Hopkins), karena sebenarnya Joe Black adalah ‘kematian’ (malaikat kematian?) yang memutuskan untuk ‘liburan’ ke dalam kehidupan Bill Parrish. Joe Black sebenarnya pria yang sudah mati tapi tubuhnya digunakan oleh ‘kematian’ agar bisa tinggal bersama Bill Parrish.

Bagian awal cerita lebih banyak menyajikan keseharian, dan konflik-konflik yang terjadi (dan disebabkan oleh) karena Joe Black. Sebelum pokok cerita (yaitu pada bagian akhir) film ini berusaha menampilkan bagaimana kalau ‘malaikat kematian’ (death) tinggal bersama-sama manusia.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Pendapat gak penting